Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, July 19, 2011

Kepahitan Hidup

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 20 Juli 2011
Bacaan : Rut 1:1-22
Setahun: Amsal 1-4
Nats: Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara (Rut 1:20)

Judul:

                           KEPAHITAN HIDUP

  Kejatuhan Orde Baru yang diikuti kerusuhan massal mengakibatkan
  banyak orang lari ke luar negeri. Ada yang seluruh hartanya terjarah
  habis. Ada pula yang menjual segala miliknya dengan murah dan
  bertekad memulai hidup baru di negeri yang dianggapnya lebih aman,
  stabil, dan adil. Namun, tak jarang setelah mengalami hidup di
  negara maju, ternyata kenyataan hidup tak seindah yang diimpikan.
  Bahkan, banyak yang merasa hidupnya lebih berat dan susah sehingga
  memutuskan pulang tanah kelahirannya.


Wednesday, January 05, 2011

Malas Bekerja

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 3 Januari 2011
Bacaan : 2 Tesalonika 3:1-15
Setahun: Kejadian 7-9
Nats: Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi
      saudara dari si perusak (Amsal 18:9)

Judul:

                            MALAS BEKERJA

  Seorang pemuda mencatat kegiatannya sepanjang hari. Ini hasilnya:
  pukul 6.00 berbenah, berangkat kerja pukul 7.00. Tiba di kantor
  pukul 8.00, membuka email dan membaca berita. Pukul 9.00 berhenti
  untuk mengobrol dan baru bekerja pukul 10.00. Pukul 10.30 menikmati
  kudapan dan kembali bekerja pukul 11.30. Pukul 11.30 bersiap makan
  siang, keluar pukul 12.00 untuk makan, kemudian kembali bekerja
  pukul 13.00 sambil mengantuk atau mengobrol. Pukul 15.00, kudapan
  lagi. Lalu 30 menit berikutnya bersiap pulang. Pulang pukul 16.00.
  Sesampainya di rumah pada pukul 17.00, ia gunakan untuk bersantai.
  Makan malam pukul 19.00, dilanjut bermain video game atau menonton
  televisi. Baru berangkat tidur pukul 23.00. Jadi, total ia bekerja
  hanya sekitar 3 jam setiap hari, belum dipotong waktu mengantuk dan
  mengobrol.

  Dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus memperingatkan
  orang-orang yang malas bekerja. Di sana, sebagian jemaat menjadi
  malas bekerja karena "menantikan kedatangan Yesus kembali" (1
  Tesalonika 2:1-12). Paulus tidak mengatakan bahwa pengharapan ini
  salah. Namun, ia menasihati mereka agar tidak menjadikan hal itu
  alasan untuk malas bekerja. Sebab, selama manusia masih diberi
  kesempatan hidup di dunia, ia tetap harus bekerja agar layak untuk
  makan (ayat 10).

  Secara seimbang, Tuhan memerintahkan kita beristirahat dan menikmati
  hasil pekerjaan kita. Namun, kita bertanggung jawab mengerjakan
  tugas kita dengan setia di hadapan Tuhan. Kemalasan adalah
  pengingkaran terhadap tanggung jawab tersebut. Selain itu, seperti
  kata penulis Amsal, kemalasan itu merusak hidup kita --ALS

                        BEKERJA DENGAN RAJIN
                    ADALAH BAGIAN DARI IBADAH KITA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-01-03
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:            http://alkitab.sabda.org/?2+Tesalonika+3:1-15

  2 Tesalonika 3:1-15

  1  Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya
      firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang
      telah terjadi di antara kamu,
  2  dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang
      jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.
  3  Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan
      memelihara kamu terhadap yang jahat.
  4  Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan
      kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.
  5  Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan
      kepada ketabahan Kristus.
  6  Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan
      Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara
      yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran
      yang telah kamu terima dari kami.
  7  Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan
      kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
  8  dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha
      dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi
      siapapun di antara kamu.
  9  Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami
      mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
  10  Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi
      peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja,
      janganlah ia makan.
  11  Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak
      tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan
      hal-hal yang tidak berguna.
  12  Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam
      Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan
      pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.
  13  Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang
      baik.
  14  Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan
      dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia,
      supaya ia menjadi malu,
  15  tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia
      sebagai seorang saudara.

Bacaan Alkitab Setahun:
      http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+7-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Monday, December 13, 2010

IDENTITAS SEUTUHNYA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 13 Desember 2010
Bacaan : Ulangan 25:13-16
Setahun: Hosea 12-14; Wahyu 4
Nats: Jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya
      dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah,
      Juru Selamat kita (Titus 2:10)

Judul:

                        IDENTITAS SEUTUHNYA

  Kita kerap mendengar kisah semacam ini. Seseorang bisa menjadi
  pengikut Kristus yang "baik-baik" saat berada di lingkungan
  tetangga, di keluarga besar, apalagi di gereja. Namun, di tempat
  kerja ... identitas kristianinya langsung ditinggalkan. Ia bisa
  berubah menjadi belut licin dan licik, saling sikut dan saling
  dorong demi kemajuan karier dan laba. "Yang namanya dunia kerja
  memang begitu. Kalau enggak ikut, bisa-bisa rugi!"

  Fenomena ini sebenarnya bukan "barang baru". Bangsa Israel juga
  pernah melakukan "kenakalan" yang serupa. Konon, pada masa itu para
  penjual gandum kerap memiliki batu timbangan yang tidak akurat.
  Ketika para pedagang ini membeli gandum, mereka memakai batu
  timbangan yang lebih ringan agar mendapat jumlah lebih banyak.
  Namun, ketika menjual, mereka mencurangi pembeli dengan memakai batu
  timbangan yang lebih berat atau bahkan gandumnya dioplos dengan abu!

  "Setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi Tuhan,
  Allahmu" (ayat 16). Jelas, Tuhan tidak berkompromi. Dia ingin Anda
  bersikap konsisten. Memiliki identitas yang utuh. Jika Anda menjadi
  orang kristiani di gereja, kita mesti menunjukkan juga cara hidup
  kristiani di tempat kerja; jangan manfaatkan jabatan Anda untuk
  bersikap curang. Meski pandangan umum mengatakan bahwa orang baik
  dan jujur kemungkinan akan rugi pada zaman ini, percayalah, segala
  sesuatu yang dikerjakan sesuai jalan Tuhan dan dengan hati tulus,
  akan berbuah kebaikan. Sebaliknya, usaha yang dikerjakan dengan
  kecurangan-sekecil apa pun, akan berbuah kepahitan --OLV

            BERSIKAPLAH SEBAGAI ORANG KRISTIANI SEUTUHNYA
                      DI MANA PUN ANDA BERADA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-12-13
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/12/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:              http://alkitab.sabda.org/?Ulangan+25:13-16

  Ulangan 25:13-16

  13  "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan,
      yang besar dan yang kecil.
  14  Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan
      yang kecil.
  15  Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah
      ada padamu efa yang utuh dan tepat--supaya lanjut umurmu di
      tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
  16  Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap
      orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Bacaan Alkitab Setahun:
      http://alkitab.sabda.org/?Hosea+12-14
      http://alkitab.sabda.org/?Wahyu+4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Sunday, November 14, 2010

No Laughing Matter

November 14, 2010 — by Bill Crowder
 
All who desire to live godly in Christ Jesus will suffer persecution. —2 Timothy 3:12
 
As my wife and I were walking through a shopping mall, we came to a T-shirt stand. While browsing the shirts and their often humorous sayings, I noticed one with a disturbing message. It read, “So Many Christians, So Few Lions.” That shirt, with its reference to the first-century practice of throwing Christians to the lions in the Coliseum in Rome, wasn’t at all funny.

Wednesday, June 30, 2010

Sahabat Palsu

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 17 Juni 2010
Bacaan: Yohanes 15: 9-16
Setahun: Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3
Nats: Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu (Amsal 17:17)

Judul:

                            SAHABAT PALSU

  Budi dan Toni berteman baik. Kepada orang lain, Toni kerap mengaku
  sahabat Budi dan sering memuji Budi sebagai sahabat yang sangat
  baik. Anehnya, setiap kali Budi ingin berbicara dengan Toni, acap
  Toni menghindar dengan alasan sibuk. Ketika Budi meminta Toni
  melakukan sesuatu untuknya, Toni selalu menolak. Jadi, apakah mereka
  benar-benar bersahabat? Sepertinya tidak. Sahabat bukan sekadar
  seseorang yang mau mengakui atau memuji, tetapi yang bersedia untuk
  ada ketika sang sahabat memerlukannya.

Iri Hati

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 16 Juni 2010
Bacaan: 1 Samuel 18:6-9
Setahun: Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47
Nats: Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud (1 Samuel 18:9)

Judul:

                        CERITA BERSAMBUNG

  Pada masa kanak-kanak, saya berlangganan majalah Bobo si kelinci.
  Salah satu komik serial di dalamnya berkisah tentang Juwita dan Si
  Sirik. Juwita adalah gadis jelita yang baik budi. Namun, ia selalu
  diganggu oleh Si Sirik, nenek penyihir yang usil dan ada saja ulah
  tingkah jahatnya. Saya heran, pengarang komik itu tak pernah
  kehabisan cerita. Selalu ada cerita baru. Mengapa? Karena ada
  karakter Si Sirik. Sirik artinya iri atau dengki. Iri hati memang
  selalu punya 1.001 alasan untuk memusuhi orang lain. Selalu punya
  cerita untuk menjatuhkan sesama.

Sunday, June 06, 2010

Berdamai

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku
Filipi 4:13
Ada seorang teman menderita kanker darah. Penderitaan tersebut ditanggung sejak sepuluh tahun lalu. Sepanjang waktu tersebut secara medis tidak boleh lepas dari obat. Beruntungnya tiga perempat waktu itu suplai obat berjalan dengan lancar. Namun sayangnya seperempat waktu belakangan suplai obat tersendat.
Ketersendatan suplai obat karena faktor ekonomi. Makin menipisnya kemampuan ekonomi membuatnya mengalami ketersendatan. Salah satu dampak terasakan yaitu badan terasa ngilu, mudah lelah, tulang terasa patah-patah. Kesulitan mendapatkan obat makin terasa berat ketika waktu tenggat mendapatkan obat makin dekat. Sementara uang untuk menebus obat belum ada.

Tuesday, June 01, 2010

Penyembuh Kecil itu Bernama Clara Regina

Selasa, 1 Juni 2010 | 07:44 WIB
surya
Clara Regina sedang berdialog dengan Sugiono
KOMPAS.com - Ini cerita tentang penyembuhan. Tetapi berbeda dengan apa yang pernah dilakukan Ponari, si dukun cilik asal Jombang yang beberapa bulan lalu menghebohkan tanah air. 

Apa yang dilakukan Clara Regina (9) sungguh suatu tindakan penuh kesadaran karena kemampuan yang dia kuasai diawali dengan belajar, bukan datang tiba-tiba, atau karena memiliki benda-benda. 

Begini kisah itu. Ada pemandangan menarik saat Chi Sakti mengadakan penyembuhan gratis di Jl Pulosari 17 Surabaya pada Minggu (30/5). Di tengah para penyembuh dewasa, ada seorang bocah berusia Sembilan tahun sedang menyembuhkan penderita hipotensi (tekanan darah rendah).

Monday, May 03, 2010

CINTA DAN KOMITMEN

  e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 24 April 2010
Bacaan : Amsal 3:3-4
Setahun: 2 Samuel 19-20; Lukas 18:1-23
Nats: Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
      Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu
      (Amsal 3:3)


Judul:
                           CINTA DAN KOMITMEN



  Tinul, seorang penyanyi sekaligus bintang film, bercerai dari
  suaminya. Ketika beberapa wartawan infotainment menanyainya, apa
  yang menyebabkan ia dan suaminya mengambil keputusan bercerai, Tinul
  menjawab, "Kami sudah tidak saling mencintai. Jadi ya, tidak ada
  lagi yang bisa dipertahankan," sambil mengangkat bahu.



Saturday, February 13, 2010

Nikmatnya Menunda


(e-RH) Februari 12 -- NIKMATNYA MENUNDA
...
Kam, 11 Februari, 2010 23:10:00
Dari:
e-RH   
...
Tambah ke Kontak
Kepada:e-RH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian      Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 12 Februari 2010
Bacaan : Kolose 3:22-4:6
Setahun: Imamat 13; Matius 26:26-50
Nats: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap
hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)
Judul:
                        NIKMATNYA MENUNDA

Suatu sore saya berniat mengerjakan tugas untuk esok hari, dengan
segera. Namun, ketika melihat sebungkus kacang kulit, saya
menyempatkan diri untuk duduk menikmatinya -- hingga habis. Setelah itu
saya menonton film bagus di televisi. Ketika melihat jam, sudah
waktunya makan malam. Selesai makan malam, seorang teman datang
bertamu! Selanjutnya bisa ditebak: saya mengantuk. Maka, saya
memutuskan untuk tidur dan mengerjakan tugas itu dengan setengah mati
pada dini hari. Sebenarnya tugas itu tidak berat, tetapi terasa
begitu berat karena saya menundanya! Menunda itu nikmat. Selagi bisa
menghindar, kita cenderung menunda pekerjaan. Padahal menunda kerja
berarti menambah persoalan!

Firman Tuhan mengingatkan bahwa apa pun yang menjadi tugas kita,
harus dilakukan dengan segenap hati (3:23). Dalam kata ini terkandung
sikap melakukan sesuatu dengan segera, bersemangat, serius, tekun,
tidak main-main, dan tidak menunda-nunda. Ketika Tuhan memercayakan
pekerjaan dan memberi waktu bagi kita untuk menyelesaikannya, Dia
ingin kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Apalagi firman Tuhan
meminta kita untuk bijak mempergunakan waktu yang ada (4:5), sebab
waktu yang kita pakai untuk menunda sesuatu, takkan kembali.
Akibatnya, kita yang rugi.

Apakah Anda memiliki kebiasaan menunda? Belum terlambat untuk
berubah! Mulai hari ini, lakukanlah segala pekerjaan dengan semangat,
segera, tanpa menunda. Jika kita tidak menunda, kita dapat
mengerjakannya tanpa terburu-buru. Mari manfaatkan setiap waktu
dengan maksimal. Dan kita percaya, Tuhan akan menyempurnakan karya
kita --HA

                  JANGAN MENUNDA UNTUK MELAKUKAN
                APA YANG BISA ANDA LAKUKAN HARI INI


e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-02-12
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/02/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Kolose+3:22-4:6

    Kolose 3:22-4:6

22  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam
    segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk
    menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut
    akan Tuhan.
23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap
    hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
24  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian
    yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu
    hamba-Nya.
25  Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung
    kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

    Kolose 4:1

1. Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu;
    ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
2. Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah
    sambil mengucap syukur.
3  Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk
    pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia
    Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.
4  Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana
    seharusnya.
5. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar,
    pergunakanlah waktu yang ada.
6  Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar,
    sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada
    setiap orang.


Bacaan Alkitab Setahun:
    http://alkitab.sabda.org/?Imamat+13;+Matius+26:26-50


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria