Tuesday, January 25, 2011

'The King's Speech' Leads Oscar Nominations for 2011

British historical drama "The King's Speech" won the most Oscar nominations on Tuesday with 12 nods for the film industry's top honors, ahead of "True Grit," with 10.

Facebook movie "The Social Network," which had been tipped for top nominations, got eight nominations along with "Inception," for the 83rd annual Academy Awards to be held February 27.

"The King's Speech," starring Colin Firth as King George VI struggling to overcome a stammer, was a relative latecomer to the Oscars race, and scored a relatively disappointing sole Golden Globes award earlier this month.

Firth, who won the Golden Globe for his performance in the under-stated British movie, is widely tipped for a best actor at the Oscars show next month, the climax of Hollywood's annual awards season.

The 10 films nominated for best picture Oscar were: "Black Swan," "The Fighter," "Inception," "The Kids Are All Right," "The King's Speech," "127 Hours," "The Social Network," "Toy Story 3," "True Grit," and "Winter's Bone."

The five nominees for best actor were: Javier Bardem for "Biutiful," Jeff Bridges in "True Grit," Jesse Eisenberg in "The Social Network," Firth in "The King's Speech" and James Franco in "127 Hours."

Best actress nods went to Annette Bening in "The Kids Are All Right," Nicole Kidman in "Rabbit Hole," Jennifer Lawrence in "Winter's Bone," Natalie Portman in "Black Swan" and Michelle Williams in "Blue Valentine."


Agence France-Presse


Source: http://www.thejakartaglobe.com

Keeping Your New Year’s Resolutions

Helpguide Newsletter
January '11

Keeping Your New Year’s Resolutions

Why so many resolutions fail and what you can do to make yours work

Many of us see the changing of the calendar year as the perfect time to start afresh and replace old, unhealthy habits with new, much healthier ones. The beginning of January can be full of hope and promise and good intentions.
For most of us, though, by the end of the month our New Year’s resolutions are already a distant memory and we’re back to our old ways—eating too much, not exercising enough, smoking, drinking—and it won’t be until the next New Year that we resolve to tackle them again.
So what goes wrong? Why do so many of us struggle to keep our resolutions?
stock photo : beautiful girl thinking about her New Years resolutions with a marker in her hand

Friday, January 21, 2011

8 Ways to Limit Your Trading Education Tuition

If you're a first time visitor, I encourage you to subscribe to the RSS feed so you don't miss anything. Thanks for visiting!

John Forman - The Essentials of Trading author
Learning to trade is going to cost you in one fashion or another (and remember that your time has value). There are ways, however, that you can minimize that cost.

Friday, January 14, 2011

Advise bagi yg ingin serius menjadi SAP Profesional

Ahmad Tarmizi wrote:

RR,

SAP dan software ERP lainnya merupakan customizing sofware. Cara customizing nya sendiri mungkin tidak terlalu susah, tapi apa yang mau di customizing itu yang agak
susah . itu sebabnya material training SAP bukan materi yang bisa dipelajari sendiri, untuk technical (Abap/basis) mungkin bisa karena logika system administrator/ programming
hampir sama tapi fungsional agak susah.

Thursday, January 13, 2011

Berjibaku menjadi Manusia Pembelajar

Berjibaku menjadi Manusia Pembelajar

read-1-re.jpgPerjalanan hidup terus menggelinding; dan roda peradaban zaman terus bergerak menyusuri jalan yang teramat panjang. Dalam putaran itu, pengetahuan terus bermekaran dan rajutan ilmu tiap hari selalu hadir menyapa tanpa kenal letih.
Itulah kenapa segenap insan dituntut untuk bisa menjadi manusia-manusia pembelajar  : menjadi insan yang selalu terbuka dengan segenap wawasan baru dan limpahan informasi yang terus melaju. Menjadi insan yang selalu rindu untuk merengkuh sejumput pengetahuan, dan menjemput sekeping kebajikan dari bentangan ilmu yang terus mengalir.
Belajar disini tentu saja tidak hanya terbatas pada dinding-dinding sekolah atau kampus atau ruang seminar. Menurut pengalaman saya (yang mungin bersifat subyektif) menjadi pembelajar sejati justru paling efektif dilakukan melalui model self-directed learning. Bahasa kampungnya : belajar sendiri secara otodidak. Jika bicara mengenai self-directed learning (atau belajar secara otodidak), maka ada dua sumber fundamental yang hadir untuk merekahkan proses pembalajaran secara optimal.

Time Management : How to Become a More Productive Person

Time Management : How to Become a More Productive Person

breitling-re.pngSetiap hari, roda waktu terus bergerak selama 24 jam, tidak lebih tidak kurang. Bagi sebagian orang, waktu sepanjang itu acap dirasa tidak cukup. Itulah kenapa kerapkali kita melihat lampu-lampu di berbagai gedung perkantoran masih terus terang menyala meski jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Kita juga sering merasa betapa waktu terasa begitu cepat berlalu. Time flies. Rasanya baru kemarin kita merayakan tahun baru, lho kok sekarang tau-tau sudah bulan November. Sementara tugas di kantor masih saja terus menumpuk, dan rasanya tak kunjung usai.
Dalam konteks itulah barangkali tepat jika kita mencoba berbincang tentang ketrampilan time management. Tak pelak kecakapan kita dalam mengolah waktu bisa sangat menentukan apakah kita akan menjadi a productive person atau tidak. Sebab di zaman sekarang, waktu bukan lagi berarti uang (time is money, begitu dulu orang berucap). Sekarang, time is more valuable than money.

Gartner Report untuk pemilihan Enterprise Apps

Rekan-rekan,

Implementasi ERP adalah sebuah journey, bukan sekedar tujuan. Tergelitik dari email yang berisi "Perusahaan yang sudah implementasi SAP", seakan-akan implementasi ERP adalah tujuan. Padahal, sangatlah tidak mungkin untuk mengimplementasi seluruh modul di ERP secara sekaligus. SAP, Oracle E-Business Suite, PeopleSoft, JD Edwards, Infor, Microsoft Dynamics semuanya menawarkan hampir ratusan modul yang tidak mungkin bagi sebuah perusahaan mengimplementasikan keseluruhan modul yang ada secara sekaligus.

Bedah Kasus Kebijakan TI : Jaringan Hotel Hyatt

Jaringan Hotel Hyatt: Harus Lebih Mengenali Pelanggan


Buat hotel sekelas Grand Hyatt, tak bisa dipungkiri peran teknologi informasi
(TI) sangatlah penting guna menunjang proses bisnis. Jaringan hotel bintang lima
internasional yang berpusat di Chicago AS ini tersebar di berbagai negara,
sehingga sistem TI pun seragam, menggunakan standar yang sama. Penyeragaman
sistem TI ini juga berlaku untuk jaringan hotel Hyatt di Indonesia, seperti
Grand Hyatt Jakarta, Hyatt Regency Bandung, Hyatt Regency Yogyakarta, Hyatt
Regency Surabaya, Bali Hyatt, Grand Hyatt Bali, dan Hotel Aryaduta Jakarta (yang
juga dikelola Hyatt Internasional).

Tuesday, January 11, 2011

Indonesia: Hiccups in our higher education?

Pierre Marthinus, Edinburgh, UK | Sat, 01/08/2011 11:35 AM | Opinion

A | A | A |
Indonesian higher education has been in a bad shape over the past years. The country ranked 64th among 243 countries surveyed, according to the SCImago Journal and Country Ranking (Kompas, Dec. 11).  
From 1996 to 2008, we only managed to publish 9,194 scientific documents, falling behind Turkey (171,048), Iran (68,401), Egypt (47,420), Malaysia (29,166). Saudi Arabia (26,763), Pakistan (24,564), Jordan (10,751) and Bangladesh (9,590).

Ode to friends

I was all alone one day 
Sitting under the Friendship tree 
I looked up at the sky 
And saw a fleet of birds 
It was then I knew I was missing something 

Wednesday, January 05, 2011

Malas Bekerja

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 3 Januari 2011
Bacaan : 2 Tesalonika 3:1-15
Setahun: Kejadian 7-9
Nats: Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi
      saudara dari si perusak (Amsal 18:9)

Judul:

                            MALAS BEKERJA

  Seorang pemuda mencatat kegiatannya sepanjang hari. Ini hasilnya:
  pukul 6.00 berbenah, berangkat kerja pukul 7.00. Tiba di kantor
  pukul 8.00, membuka email dan membaca berita. Pukul 9.00 berhenti
  untuk mengobrol dan baru bekerja pukul 10.00. Pukul 10.30 menikmati
  kudapan dan kembali bekerja pukul 11.30. Pukul 11.30 bersiap makan
  siang, keluar pukul 12.00 untuk makan, kemudian kembali bekerja
  pukul 13.00 sambil mengantuk atau mengobrol. Pukul 15.00, kudapan
  lagi. Lalu 30 menit berikutnya bersiap pulang. Pulang pukul 16.00.
  Sesampainya di rumah pada pukul 17.00, ia gunakan untuk bersantai.
  Makan malam pukul 19.00, dilanjut bermain video game atau menonton
  televisi. Baru berangkat tidur pukul 23.00. Jadi, total ia bekerja
  hanya sekitar 3 jam setiap hari, belum dipotong waktu mengantuk dan
  mengobrol.

  Dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus memperingatkan
  orang-orang yang malas bekerja. Di sana, sebagian jemaat menjadi
  malas bekerja karena "menantikan kedatangan Yesus kembali" (1
  Tesalonika 2:1-12). Paulus tidak mengatakan bahwa pengharapan ini
  salah. Namun, ia menasihati mereka agar tidak menjadikan hal itu
  alasan untuk malas bekerja. Sebab, selama manusia masih diberi
  kesempatan hidup di dunia, ia tetap harus bekerja agar layak untuk
  makan (ayat 10).

  Secara seimbang, Tuhan memerintahkan kita beristirahat dan menikmati
  hasil pekerjaan kita. Namun, kita bertanggung jawab mengerjakan
  tugas kita dengan setia di hadapan Tuhan. Kemalasan adalah
  pengingkaran terhadap tanggung jawab tersebut. Selain itu, seperti
  kata penulis Amsal, kemalasan itu merusak hidup kita --ALS

                        BEKERJA DENGAN RAJIN
                    ADALAH BAGIAN DARI IBADAH KITA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-01-03
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:            http://alkitab.sabda.org/?2+Tesalonika+3:1-15

  2 Tesalonika 3:1-15

  1  Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya
      firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang
      telah terjadi di antara kamu,
  2  dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang
      jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.
  3  Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan
      memelihara kamu terhadap yang jahat.
  4  Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan
      kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.
  5  Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan
      kepada ketabahan Kristus.
  6  Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan
      Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara
      yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran
      yang telah kamu terima dari kami.
  7  Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan
      kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
  8  dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha
      dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi
      siapapun di antara kamu.
  9  Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami
      mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
  10  Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi
      peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja,
      janganlah ia makan.
  11  Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak
      tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan
      hal-hal yang tidak berguna.
  12  Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam
      Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan
      pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.
  13  Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang
      baik.
  14  Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan
      dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia,
      supaya ia menjadi malu,
  15  tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia
      sebagai seorang saudara.

Bacaan Alkitab Setahun:
      http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+7-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tuesday, January 04, 2011

Money as God

L. Murbandono Hs, Ambarawa, Central Java | Sun, 01/02/2011 9:27 AM | Opinion

Many of us claim to be religious and believe in God, but most of our starting points to determine our fate and real life do not deal directly with religion or God, but with capital. Money! This is our new God.
A direct result of bad secularism? Yes! But what’s more important is that secularization itself is not only neutral, but could become gateway to civilization, including science and knowledge, such as theology, if these do not want to lose their roles. In a society that became increasingly secular during the Industrial
Revolution in Western history, people were freed from the absolute. Relieved?
Wrong! Because, any civilization in any era needs an absolute as a binder. Real community is framed in a particular state and government which always creates “ideology” for its people to obey. Most countries on earth these days, replacing conventional religion with state ideology, are professing another religion:
The religion of economy with money as God!  
What has been happening since the Industrial Revolution through our current Internet age of globalization is the “glory” of economy. It has filled the void needed by its era: When the God of conventional religions has no real impact, whereas people always need the absolute as a binding means.
Economy smartly fulfills the needs of the people through free market global capitalism. The dynamics of the religion of economy creates profits and capital accumulation. The money! This eventually became the basis of an absolute dogma to determine the nature of human behavior.
Places of worship are the free market economy, which becomes absolute in promising food, clothing, housing, jobs, prosperity, freedom and justice for their adherents. Belief in the market economy is the way to salvation.
This is represented by three basic symptoms. First, the bigger the merchants are, the greedier they became. Second, rogue elements of the state bureaucracy increasingly play with unfaithful bosses. Third, the frustration of people without power will increase because they cannot participate in the liturgy of the religion of economy.
The three points above led us to the degradation of humanity as a result of unbridled economic progress. The target of economic mechanisms is to gain money and capital accumulation that will control the majority of human beings.
It requires non-human offerings, in a sense, which demands that money accumulation will become the norm above basic humanitarian values. Religion of economy has led people, as human resources, into abstract shapes.
In the production process, human beings (the real workers) are changed into the figures of income, or money, which is abstract. Extortion and utilization of real human beings in turn generates abstract profits, which are manifested in the accumulation of money in bank accounts.
This occurs due to the engineering of the political economies of a number of business giants, but essentially serve the accumulation of money in the form of abstract figures in the stock market.
The accumulated earnings, or money, then has become the principle and overcomes human dignity. If in the name of profits a factory must be closed, then it will be closed, irregardless of the fate of workers. If the market demands expansion of a project, then it happens, sometimes by destroying of villages, forests and people, all of which are changed into abstract shapes.
Human abstraction occurs due to the dialectic of abstraction and concretization in the religion of economy. Money is another form of labor (real) which is changed to become abstract. Labor is money (abstract) which is changed to become concrete.
Benefits (abstract) are racketeering (real), which has been changed to become abstract.
Abstraction and concretization have become more devastating because political economy (abstract) is often unfair. In fact, even when politics goes straight without unfairness, abstraction and concretization still go well. Therefore, the more modern and more sophisticated the era, the more complex the political economy and the more blurred become homo homini lopus practices.  
In the ancient era everything was clearer. The phenomenon of the oppressor versus the oppressed was clearly manifested in articulation and meaning. Its dichotomy was clear. Landlords, employers and the strong were in one camp as oppressors of farmers, slaves and the weak in another camp.
In the modern world, transparency of articulation and meaning fades away. Quality of extortion and oppression become so sophisticated and blurred that it seems as if not to be oppression and extortion anymore.
Unfortunately, suppression seems to be a necessity for and even in the needs of the oppressed. That is what happens in the religion of Economy, where the almighty money reigns.  
Finally, the almighty money is also an abstract creator. He conjured up real injustice to become abstract needs. In the process of production-distribution-consumption in the religion of economy, the extortion and injustice that is necessarily rolling could not be prevented by the victims. Manipulation and injustice than becomes a must, and even seems to become the embodiment of free will of the victims. 

This article is taken from www.thejakartapost.com/news/2011/01/02/money-god.html

Teknik Menulis Artikel

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Itu sebabnya, jika Anda tertarik untuk terjun ke dunia kepenulisan, syarat utamanya adalah harus merajinkan dan membiasakan diri untuk membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca. Insya Allah, dengan banyak membaca akan sangat menumpuk ide yang bisa dijadikan sebagai bahan tulisan. Khusus dalam pembahasan ini (dan yang paling sering ditulis) adalah menulis artikel.

Artikel sendiri bisa berarti karya tulis seperti berita atau esai. Esai adalah karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Itu sebabnya, artikel di media massa itu bertaburan data-data teknis, tapi lebih ke arah pemaparan sepintas lalu dan itu murni pendapat pribadi penulisnya setelah membaca pendapat lain dari begitu banyak karya yang telah dibacanya. Nah, bagaimana memulainya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa dicoba:

Saturday, December 18, 2010

Set Up Ad-Hoc Wireless Network in Windows XP


Explore Opportunities in Broadband Networks in Emerging Market Now!
This document from Microsoft Technet describes how you can share a wired Internet Connection with your other computers by setting up an ad-hoc wireless network.

"Top 5 Mistakes English Learners Make"

What are the most
common mistakes that English learners make? Which mistakes do most
English learners need to correct, in order to learn English much faster?
Here are the top 5 English Learning Mistakes:

1. Focusing On Grammar
This is the biggest, most common, and worst mistake. Research shows
that grammar study, in fact, actually hurts English speaking ability.
Why? Because English grammar is simply too complex to memorize and use
logically... . and real conversation is much too fast.

You don't have
enough time to think, remember hundreds or thousands of grammar rules,
choose the correct one, then use it.
Your logical left-brain cannot do it. You must learn grammar
intuitively and unconsciously, like a child. You do this by hearing a
lot of correct English grammar- and your brain gradually and
automatically learns to use English grammar correctly.
http://learnrealeng lish.com/ ACC-Site/

2. Forcing Speech
Both English students and teachers try to force speech before the
learner is ready. The result is that most students speak English very
slowly- with no confidence and no fluency. Forcing speech is a huge
mistake. Don't force speech. Focus on listening and be patient. Speak
only when you are ready to speak- when it happens easily and naturally.
Until then, never force it.
http://learnrealeng lish.com/ ACC-Site/

3. Learning Only Formal Textbook English
Unfortunately, most English students learn only the formal English
found in textbooks and schools. The problem is- native speakers don't
use that kind of English in most situations.

When speaking to friends,
family, or co-workers, native speakers use casual English that is full
of idioms, phrasal verbs, and slang. To communicate with native
speakers, you must not rely only on textbooks.. you must learn casual
English.
http://learnrealeng lish.com/ ACC-Site/

4. Trying To Be Perfect
Students and teachers often focus on mistakes. They worry about
mistakes. They correct mistakes. They feel nervous about mistakes. They
try to speak perfectly. No one, however, is perfect. Native speakers
make mistakes all the time. You will too. Instead of focusing on the
negative- focus on communication.

Your goal is not to speak
"perfectly", your goal is to communicate ideas, information, and
feelings in a clear and understandable way. Focus on communication, focus on the positive. You will automatically improve your mistakes in
time
http://learnrealeng lish.com/ ACC-Site/

5. Relying On English Schools
Most English learners rely totally on schools. They think the
teacher and the school are responsible for their success. This is never
true. You, the English learner, are always responsible. A good teacher
can help, but ultimately you must be responsible for your own learning.

You must find lessons and material that are effective. You must listen
and read every day. You must manage your emotions and remain motivated
and energetic. You must be positive and optimistic. No teacher can make
you learn. Only you can do it!
While these mistakes are very common, the good news is that you can
correct them. When you stop making these mistakes, you change the way
you learn English. You learn faster. Your speaking improves. You enjoy
learning English.
Good luck... you can do it!

Bahaya Tidur Terlalu Malam

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!



Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.

Monday, December 13, 2010

IDENTITAS SEUTUHNYA

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
    Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 13 Desember 2010
Bacaan : Ulangan 25:13-16
Setahun: Hosea 12-14; Wahyu 4
Nats: Jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya
      dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah,
      Juru Selamat kita (Titus 2:10)

Judul:

                        IDENTITAS SEUTUHNYA

  Kita kerap mendengar kisah semacam ini. Seseorang bisa menjadi
  pengikut Kristus yang "baik-baik" saat berada di lingkungan
  tetangga, di keluarga besar, apalagi di gereja. Namun, di tempat
  kerja ... identitas kristianinya langsung ditinggalkan. Ia bisa
  berubah menjadi belut licin dan licik, saling sikut dan saling
  dorong demi kemajuan karier dan laba. "Yang namanya dunia kerja
  memang begitu. Kalau enggak ikut, bisa-bisa rugi!"

  Fenomena ini sebenarnya bukan "barang baru". Bangsa Israel juga
  pernah melakukan "kenakalan" yang serupa. Konon, pada masa itu para
  penjual gandum kerap memiliki batu timbangan yang tidak akurat.
  Ketika para pedagang ini membeli gandum, mereka memakai batu
  timbangan yang lebih ringan agar mendapat jumlah lebih banyak.
  Namun, ketika menjual, mereka mencurangi pembeli dengan memakai batu
  timbangan yang lebih berat atau bahkan gandumnya dioplos dengan abu!

  "Setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi Tuhan,
  Allahmu" (ayat 16). Jelas, Tuhan tidak berkompromi. Dia ingin Anda
  bersikap konsisten. Memiliki identitas yang utuh. Jika Anda menjadi
  orang kristiani di gereja, kita mesti menunjukkan juga cara hidup
  kristiani di tempat kerja; jangan manfaatkan jabatan Anda untuk
  bersikap curang. Meski pandangan umum mengatakan bahwa orang baik
  dan jujur kemungkinan akan rugi pada zaman ini, percayalah, segala
  sesuatu yang dikerjakan sesuai jalan Tuhan dan dengan hati tulus,
  akan berbuah kebaikan. Sebaliknya, usaha yang dikerjakan dengan
  kecurangan-sekecil apa pun, akan berbuah kepahitan --OLV

            BERSIKAPLAH SEBAGAI ORANG KRISTIANI SEUTUHNYA
                      DI MANA PUN ANDA BERADA

e-RH Situs:  http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-12-13
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2010/12/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:              http://alkitab.sabda.org/?Ulangan+25:13-16

  Ulangan 25:13-16

  13  "Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan,
      yang besar dan yang kecil.
  14  Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan
      yang kecil.
  15  Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah
      ada padamu efa yang utuh dan tepat--supaya lanjut umurmu di
      tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
  16  Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap
      orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Bacaan Alkitab Setahun:
      http://alkitab.sabda.org/?Hosea+12-14
      http://alkitab.sabda.org/?Wahyu+4


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Sunday, December 12, 2010

Doing Well in Calculus

  • Develop an effective and time-efficient homework/study strategy for, not only your calculus class, but other classes as well. This will help you become a more confident, successful, and well-rounded student. It will lead to a healthier balance between work time and leisure time.
  • Spend at least two to four hours on each homework assignment. This affords you extra time to work on challenging homework problems and helps you organize your thoughts, questions, and ideas. The more time you spend on homework, the more likely you are to articulate clear, concise questions to your classmates and teachers. The more time you spend on homework, the less time you will spend on frantic, last-minute preparation for exams.
  • Definitions, formulas, and theorems that are introduced in class or needed to complete homework assignments should be memorized immediately . Postponing this until it's needed for the exam will impede your work speed on homework assignments and interfere with clearer and deeper understanding of calculus.
  • Spend time working on calculus every day . Doing some calculus every day makes you more familiar with concepts, definitions, and theorems. This familiarity will make calculus get easier and easier one day at a time.
  • Find at least one or two other students from your calculus class with whom you can regularly do homework and prepare for exams. Your classmates are perhaps the least used and arguably your best resource. An efficient and effective study group will streamline homework and study time, reduce the need for attendance at office hours, and greatly improve your written and spoken communication. The best time to use your classmates as study/homework partners is after you have made an honest effort on your own to solve the problems using your own wits, knowledge, and experience. When you encounter an unsolvable problem, don't give up too soon on it. Being stumped is an opportunity for mathematical growth and insight, even if you never solve the problem on your own. If you seek help prematurely, you will never know if you could have solved a tough problem without outside assistance.
  • Begin preparing/outlining for exams at least five class days before the exam. Outlining the topics, definitions, theorems, equations, etc. that you need to know for the exam will help you focus on those areas where you are least prepared. Preparing early for the exam will build your self-confidence and reduce anxiety on the day of the exam. It's also an insurance policy against time lost to illness, unexpected family visits, and last-minute assignments in other classes. Generally speaking, pulling all-nighters and doing last-minute cramming for exams is a recipe for eventual academic disaster.
  • Prepare for exams by working on new problems . Good sources for these problems are unassigned problems from your textbook, review exercises and practice exams at the end of each chapter, old hour exams, or old final exams. Studying exclusively from those problems which you have already been assigned and worked on may not be effective exam preparation. Problems for each topic are generally in the same section of the book, so knowing how to do a problem because you know what section of the book it is in could give you a false sense of security. Working on new randomly mixed problems more closely simulates an exam situation, and requires that you both categorize the problem and then solve it.
  • Use all resources of assistance and information which are available to you. These include classnotes, homework solutions, office hours with your professor or teaching assistants, and problem sessions with your classmates. Do not rely exclusively on just one or two of these resources. Using all of them will help you develop a broader, more natural base of knowledge and understanding.
  • Expect your exams to be challenging . If they are challenging, you will be prepared. If they are not challenging, you can expect to have an easy time getting a very high score !


Knowledge is a means to personal empowerment. Attaining knowledge can be a limitless source of pleasure and satisfaction.


Please e-mail your comments, questions, or suggestions to Duane Kouba at kouba@math.ucdavis.edu 

Written by: D. A. Kouba 

http://www.math.ucdavis.edu/~kouba/CalculusTips.html

Saturday, December 11, 2010

Top 10 Reasons to Work at Google

  1. Lend a helping hand. With millions of visitors every month, Google has become an essential part of everyday life – like a good friend – connecting people with the information they need to live great lives.
  2. Life is beautiful. Being a part of something that matters and working on products in which you can believe is remarkably fulfilling.
  3. Appreciation is the best motivation, so we’ve created a fun and inspiring workspace you’ll be glad to be a part of, including on-site doctor; massage and yoga; professional development opportunities; shoreline running trails; and plenty of snacks to get you through the day.
  4. Work and play are not mutually exclusive. It is possible to code and pass the puck at the same time.
  5. We love our employees, and we want them to know it. Google offers a variety of benefits, including a choice of medical programs, company-matched 401(k), stock options, maternity and paternity leave, and much more.
  6. Innovation is our bloodline. Even the best technology can be improved. We see endless opportunity to create even more relevant, more useful, and faster products for our users. Google is the technology leader in organizing the world’s information.
  7. Good company everywhere you look. Googlers range from former neurosurgeons, CEOs, and U.S. puzzle champions to alligator wrestlers and Marines. No matter what their backgrounds, Googlers make for interesting cube mates.
  8. Uniting the world, one user at a time. People in every country and every language use our products. As such we think, act, and work globally – just our little contribution to making the world a better place.
  9. Boldly go where no one has gone before. There are hundreds of challenges yet to solve. Your creative ideas matter here and are worth exploring. You’ll have the opportunity to develop innovative new products that millions of people will find useful.
  10. There is such a thing as a free lunch after all. In fact we have them every day: healthy, yummy, and made with love.
http://www.google.co.uk/intl/en/jobs/lifeatgoogle/toptenreasons/index.html

Wednesday, December 08, 2010

BIODIVERSITY (KEANEKARAGAMAN HAYATI)

Minggu, 30 Mei 2010 , Posted by rio_ronaldo at 14.05
 
Berbagai kehidupan yang ada di Bumi, keanekaragaman hayati sering disebut sebagai biodiversity yang merupakan perpajangan dari istilah biological diversity. Jumlah spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, keragaman besar gen dalam spesies, ekosistem yang berbeda di planet ini, seperti gurun, hutan dan terumbu karang adalah bagian dari kehidupan yang beragam di Bumi. Biodiversity sering digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis. Tahun 2010 telah dinyatakan sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati.

Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi, wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator.

Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudera (Pasifik dan Hindia), dikaruniai keanekaragaman hayati yang amat kaya dan khas.

Mengapa Penting Biodiversity? Siapa Peduli?

Setidaknya 40 persen dari ekonomi dunia dan 80 persen dari kebutuhan masyarakat miskin yang berasal dari sumber daya hayati Selain itu, lebih kaya keragaman kehidupan, semakin besar kesempatan untuk penemuan medis, pembangunan ekonomi, dan tanggapan adaptif terhadap tantangan baru seperti perubahan iklim.

Mengapa Biodiversity Penting?

Keanekaragaman Hayati meningkatkan produktivitas ekosistem di mana setiap spesies, tidak peduli seberapa kecil, semuanya memiliki peran penting. Sebagai contoh,
  • Ekosistem yang sehat dapat lebih bertahan dan pulih dari berbagai bencana.
  • Merupakan sumber kehidupan, penghidupan dan kelangsungan hidup bagi umat manusia, karena potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain.
  • Merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Mengembangkan sosial budaya umat manusia.
  • Membangkitkan nuansa keindahan yang merefleksikan penciptanya.
Jadi, sementara kita menguasai planet ini, kita masih perlu untuk melestarikan keragaman satwa liar. 

Biodiversity Menyediakan Pelajaran Bagi Para Ilmuwan Dalam Rekayasa 


Selama beberapa tahun sekarang, para ilmuwan telah mencari lebih dan lebih banyak di alam untuk melihat bagaimana berbagai jenis pekerjaan, memproduksi, mengkonsumsi sumber daya, mencoba untuk meniru hewan bahwa jutaan tahun evolusi yang telah menghasilkan.

Sebagai salah satu contoh kecil, beberapa laba-laba dapat menghasilkan sutra mereka dengan kekuatan tarik lebih tinggi dari berbagai paduan baja meskipun terbuat dari protein. Jadi ahli biologi yang melihat proses ini dapat secara lebih mendalam untuk melihat apakah mereka dapat mereproduksi atau meningkatkan kemampuan tersebut.


Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudera (Pasifik dan Hindia), dikaruniai keanekaragaman hayati yang amat kaya dan khas.
Dalam menilai potensi keanekaragaman hayati , seringkali yang lebih banyak menjadi pusat perhatian adalah keanekaragaman jenis, karena paling mudah teramati. Sekitar 10 % dari semua jenis makhluk hidup yang pada saat ini hidup dan menghuni bumi ini terkandung pada kawasan negara Indonesia, yang luas daratannya tidak sampai sepertujuhpuluhlima dari luas daratan muka bumi. Secara rinci dapat diuraikan bahwa Indonesia dengan 17.058 pulau-pulaunya mengandung 10 % dari total jenis tumbuhan berbunga di dunia, 12 % dari total mamalia di dunia, 16 % dari total reptil dan ampibia di dunia, 17 % dari total jenis burung di dunia dan 25 % atau lebih dari total jenis ikan di dunia, 2827 spesies binatang tidak bertulang belakang selain ikan air tawar, 35 spesies primata atau 18% endemik dengan urutan ke empat di dunia.

Dokumen Biodiversity Action Plan for Indonesia (Bappenas, 1991) menuliskan bahwa hutan tropika Indonesia adalah merupakan sumber terbesar keanekaragaman jenis –jenis palm, mengandung lebih dari 400 species meranti-merantian dari Famili Dipterocarpaceae (yang merupakan jenis kayu pertukangan paling komersil di Asia Tenggara); dan diperkirakan menyimpan 25.000 species tumbuhan berbunga. Tingkatan Indonesia untuk keragaman jenis mamalia adalah tertinggi di dunia ( 515 species, di antaranya 36 species endemis ), terkaya untuk keragaman jenis kupu-kupu ekor walet dari famili Papilionidae (121 species, 44 % endemis), terbesar ketiga utuk keragaman jenis reptilia (lebih dari 600 species), terbesar keempat untuk jenis burung (1519 species, 28 % endemis), terbesar kelima untuk jenis amphibi (270 species) dan ke tujuh di dunia untuk tumbuhan berbunga. Selain itu luasnya kawasan perairan teritorial Indonesia yang merupakan kawasan laut terkaya di wilayah Indo-Pasifik juga mendukung kekayaan habitat laut dan terumbu karang. Kawasan terumbu karang di Sulawesi dan Maluku adalah salah satu bagian dari sistem terumbu dunia yang kaya akan species karang, ikan dan organisme karang lainnya.

Negara Indonesia sebagai salah satu pusat biodiversity dunia menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang tidak ternilai harganya. Selama ini lebih dari 6000 species tanaman dan binatang telah dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehati-hari masyarakat, dan lebih dari 7000 jenis ikan laut dan tawar selama ini mendukung kebutuhan masyarakat.
Keragaman hayati dikategorikan menjadi tiga tingkatan yaitu :
  • Keragaman Genetik
Genetik adalah berbagai variasi aspek biokimia, struktur dan sifat organisme yang diturunkan secara fisik dari induknya (orang tuanya). Genetik ini dibentuk dari AND (Asam Deoksiribo Nukleat) yang berbentuk molekul-molekul yang terdapat pada hampir semua sel.
  • Keragaman Spesies
Spesies adalah kelompok organisme yang mampu saling berbiak satu dengan yang lain secara bebas, dan menghasilkan keturunan, namun umumnya tidak berbiak dengan anggota dari jenis lain.
  • Keragaman Ekosistem
Ekosistem adalah suatu unit ekologis yang mempunyai komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi dan antara komponen-komponen tersebut terjadi pengambilan dan perpindahan energi, daur materi dan produktivitas.

Konservasi keanekaragaman hayati diperlukan karena pemanfaatan sumber daya hayati untuk berbagai keperluan secara tidak seimbang akan menyebabkan makin langkanya beberapa jenis flora dan fauna karena kehilangan habitatnya, kerusakan ekosisitem dan menipisnya plasma nutfah. Hal ini harus dicegah agar kekayaan hayati di Indonesia masih dapat menopang kehidupan.

HUKUM BIODIVERSITY
Dalam usaha melindungi keanekaragaman hayati tersebut beberapa undang-undang yang berkaitan dengan masalah ini antara lain :
  1. Undang-undang No 2 Tahun 1961 tentang pengeluaran dan pemasukkan tanaman dan bibit tanaman (TLN No.2147)
  2. Undang-undang No. 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Kehutanan (LN. 1967 N0.
  3. Undang-undang No. 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (LN. 1967 No. 10)
  4. Undang-undang No. 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia (LN.1973 No.1)
  5. Undang-undang No. 4 Tahun 1982 mengenai Ketentuan-ketentuan Pokok Lingkungan Hidup.
  6. Undang-undang No. 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
  7. Undang-undang No. 9 Tahun 1985 tentang Perikanan.
  8. Undang-undang No. 17 Tahun 1985 tentang Ratifikasi Konvensi Hukum Laut Internasional.
  9. Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam.
  10. Undang-undang No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman
  11. Undang-undang No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan
  12. Undang-undang No 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang.
  13. Undang-undang No. 5 Tahun 1994 tentang Keanekaragaman Hayati. UU ini merupakan ratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati yang ditandatangani dalam KTT Bumi di Rio De Janerio.

Diambil dari http://rioronaldo.blogspot.com/2010/05/biodiversity-keanekaragaman-hayati.html